...
PIT PERDOKI XII
IOMU 2018
...

ABSTRAK


(Isu Penulisan)
  • Isu Global Produk Limbah Plastik
  • Peran Sistem Jaminan Sosial di Indonesia dalam Program Fit to Work (FTW) dan Return to Work (RTW)
  • Program FTW dan RTW untuk Calon Pejabat Publik (Pilkada), pekerja industri kecil dan petugas kesehatan
  • Occupational Forensic Medicine
  • Program RTW pada Penyakit Metabolik
  • Program Pengendalian Penyakit Menular di Tempat Kerja
  • Program Wellness di Tempat Kerja
  1. Latar Belakang

  2. Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) adalah organisasi profesi yang beranggotakan para Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi, yang peduli tentang meningkatkan atau menjaga kesehatan para pekerja sehingga mereka tetap produktif. Secara rutin PERDOKI menyelenggarakan suatu pertemuan ilmiah tahunan untuk selalu mengikuti perkembangan keilmuan. Baik bagi anggota (Sp.Ok), maupun dokter dan tenaga K3 lainnya yang berkecimpung di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

    Indonesia, sebagai negara berpenduduk terbanyak ke-4 di dunia, memiliki jumlah angkatan kerja sebanyak 131,55 juta orang, dan di antaranya sebanyak 124,54 juta orang aktif bekerja. Sekitar 58,35% bekerja di sektor formal, sementara sisanya bekerja di industri skala kecil atau sektor informal (Biro Pusat Statistik Indonesia, 2017). Ini berarti bahwa kesehatan pekerja harus lebih diperhatikan, agar produktivitas pekerja Indonesia tetap terjaga. Terlebih lagi karena Indonesia akan memasuki era Demographic Bonus, di mana lebih dari 2/3 penduduk akan masuk ke usia produktif. Setiap pekerja menghadapi potensi bahaya khusus di tempat kerja mereka masing-masing, yang dapat menyebabkan penyakit akibat kerja, yang mana dapat menjadi kronis dan melemahkan tubuh. Selain itu, seperti halnya di negara lain, penyakit degeneratif umum dapat mempengaruhi populasi pada usia yang lebih muda, termasuk populasi pekerja. Jadi, layanan kesehatan harus memenuhi kebutuhan khusus peada populasi pekerja, di mana dokter yang memberikan layanan kesehatan untuk para pekerja, harus lebih ditingkatkan perkembangan keilmuannya..

    Isu global saat ini, terutama bagaimana menjaga para pekerja tetap sehat dalam pekerjaan mereka, dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan, mencegah penyakit, terutama penyakit akibat kerja, dan bagaimana mengembalikan pekerja ke pekerjaan semula, bahkan setelah mereka sakit lama, atau terkena cacat akibat kecelakaan atau penyakit. Kecelakaan kerja masih terus meningkat di Indonesia; pada tahun 2016, tercatat sebanyak 114.450 pekerja mengalami kecelakaan kerja, dan pada tahun 2017 meningkat sebanyak 130.926 pekerja. Penyebab utama kecelakaan mungkin dilatarbelakangi adanya terganggunya kesehatan pekerja. Kecelakaan kerja menghasilkan 6000-7000 angka kecacatan per tahun. Oleh karena itu penilaian kembali bekerja telah menjadi keterampilan penting bagi dokter kesehatan kerja. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) telah mengakui kebutuhan ini, oleh karena itu telah mengembangkan skema asuransi untuk Program Kembali Bekerja

  3. Tujuan
    • Membahas masalah internasional maupun nasional tentang penerapan program untuk menjaga pekerja di tempat kerja dan kebijakan mereka
    • Membagi isu-isu baru atau terkini tentang bahaya pekerjaan di tempat kerja
    • Membagi pengalaman dalam melaksanakan program untuk menjaga pekerja di tempat kerja mereka
    • Membagikan konsensus profesi tentang metode terkini untuk kelaikan kerja, penilaian kecacatan dan program kembali bekerja

  4. Target 500 Peserta
    • Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi
    • Dokter Pelayanan Primer dari lembaga milik negara atau milik swasta
    • Dokter Perusahaan
    • Dokter spesialis lainnya yang tertarik dengan kesehatan kerja atau kedokteran okupasi
    • Praktisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Industrial Hygienist yang tertarik
    • Mahasiswa S2 Kedokteran Kerja dan PPDS Kedokteran Okupasi

Mengapa harus ikut IOMU 2018

“Sebagai organisasi profesi, Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) secara rutin menyelenggarakan pertemuan ilmiah tahunan untuk selalu mengikuti perkembangan keilmuan baik bagi anggota (Sp.Ok), maupun dokter dan tenaga K3 lainnya yang berkecimpung di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Narasumber adalah para ahli dari Indonesia dan internasional akan berbagi keilmuan dan pengalaman mereka. Dengan mengikuti kegiatan ilmiah ini akan bermanfaat dalam penerapan di tempat kerja guna mencapai tujuan untuk mendapatkan pekerja yang sehat, produktif dan bebas dari penyakit akibat kerja.” (dr. Nusye E Zamsiar MS, Sp.OK)